Contoh Praktis Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi untuk Laporan Keuangan yang Bermakna

Ada banyak kegunaan laporan keuangan. Selain sebagai arsip data untuk perjalanan bisnis kedepannya, laporan ini juga dijadikan sebagai sarana menyampaikan informasi ke pihak luar. Tentunya, karena di balik cemerlangnya perusahaan ditopang oleh banyak pihak yang memiliki kredibilitas di bidang tersebut. Salah satunya, dalam hal pembuatan laporan keuangan yang memenuhi contoh praktis karakteristik kualitas informasi akuntansi.

Seperti yang telah diketahui bersama, laporan pada dasarnya tidak hanya berupa data-data tanpa makna. Sebab melalui laporan tersebut dapat diketahui gambaran bagaimana kinerja di sebuah perusahaan yang bersangkutan. Karena itulah, tentu tidak sembarangan orang diberikan kepercayaan jika tidak memiliki pengetahuan yang memadai.

7 Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi

Pentingnya penyajian data dengan kualitas tinggi membuat laporan keuangan memiliki standar yang tinggi pula. Adapun standar praktik ini disebut dengan SAK yang merupakan kependekan dari Standar Akuntansi Keuangan yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Yang mana aturan ini meliputi proses pembuatan/penyusunan, pencatatan, dan penyajian data akuntansi.

Sementara itu, badan organisasi nirlaba yang berkantor pusat di Amerika Serikat yakni Financial Accounting Standards Board (FASB) pada tahun 1980 mengemukakan ada 7 karakteristik kualitas informasi akuntansi. Adapun ketujuh elemen ini bisa dijadikan sebagai ukuran bagaimana berkualitasnya laporan akuntansi yang dibuat. Nah, apa saja karakter tersebut?

  • Relevan
  • Dapat dimengerti
  • Dapat diuji kebenarannya
  • Netral / tidak mengandung keberpihakan
  • Disusun tepat waktu
  • Dapat dibandingkan dengan laporan periode sebelumnya
  • Disusun secara lengkap.

Dipenuhinya kriteria tersebut bisa membuat laporan yang Anda buat tidak hanya bermakna, namun juga berguna dan bahkan bisa dijadikan dasar pengambilan tindakan. Hal ini karena setidaknya, informasi yang tertera wajib memiliki tiga sifat, yakni  nilai prediksi, berikan nilai umpan balik, dan tepat waktu. Sehingga tidak ada kemungkinan data-data yang terkumpul menjadi cuma-cuma.

Contoh Praktis dari 7 Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi

Memahami laporan keuangan (financial report) dan pelaporan keuangan (financial reporting) bagi yang tidak memiliki pengetahuan di bidang tersebut tentu menjadi hal yang menyulitkan. Sehingga berbagai informasi dikumpulkan supaya bisa mempermudah pemahaman. Nah, berikut ini adalah contoh praktis dari beberapa karakteristik yang membuat laporan keuangan menjadi lebih bermakna.

#1 Relevan

Tak dapat dipungkiri jika relevansi merupakan karakteristik primer yang wajib dipenuhi oleh suatu laporan keuangan. Ya. laporan yang biasanya berupa laporan posisi keuangan, laporan laba/rugi, laporan arus kas dan lain sebagainya ini hukumnya wajib mengandung unsur relevansi. Adapun sifat relevan yang dimaksud yakni terhubung atau sesuainya informasi dengan maksud penggunaannya.

#2 Dapat Dimengerti

Banyak tujuan yang diemban oleh suatu laporan keuangan akuntansi. Salah satunya, menyampaikan informasi keadaan perusahaan. Karena itulah, menjadi keharusan agar informasi bisa dimengerti oleh semua pihak sesuai karakteristik kualitas informasi akuntansi. Tidak hanya pihak-pihak tertentu. Sebab tentunya, akan sia-sia data disusun sedemikian rupa tapi pada kenyataannya tidak memberikan penambahan informasi apapun bagi pemakainya.

#3 Kredibel, Teruji Kebenarannya

Karakteristik yang harus dipenuhi laporan akuntansi sesuai dengan standar akuntansi keuangan adalah kredibel, atau teruji kebenarannya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, pengukuran dengan angka-angka tak bisa dilepaskan dari pertimbangan maupun pendapat-pendapat yang efektif. Sehingga bisa dikatakan jika hasil akhir yang dijadikan kesimpulan diambil dari berbagai hal yang justru menguatkan laporan keuangan tersebut.

#4 Netral

Bukan rahasia lagi jika laporan keuangan nantinya tidak hanya bermanfaat bagi internal saja, namun juga bagi pihak luar. Mulai dari investor, pemberi pinjaman, kredit usaha, hingga pelanggan. Nah, bagaimana contoh praktis karakteristik kualitas informasi akuntansi netral ini? Salah satunya adalah dengan tidak menyajikan informasi yang menguntungkan salah satu pihak. Misalnya saja, menguntungkan para investor tapi merugikan pelanggan.

#5 Tepat Waktu

Karakter kualitas informasi akuntansi berikutnya adalah disusunnya tepat waktu. Perlu Anda ketahui, laporan keuangan dibuat dan disusun dalam periode tertentu. Per satu tahun misalnya. Di antara kegunaannya adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja termasuk posisi keuangan maupun perubahannya dalam periode tersebut. Karena itulah, informasi akan berguna jika laporan ini berdasarkan data real time dan dikeluarkan tepat waktu.

#6 Dapat Dibandingkan dengan Periode Sebelumnya

Kontinuitas dan konsistensi adalah dua hal yang berbeda. Yang mana satunya adalah keberlanjutan, dan yang kedua adalah kesesuaian dengan prosedur yang sama dari waktu ke waktu. Nah, contoh praktis karakteristik kualitas informasi akuntansi yang satu ini adalah digunakannya metode pengukuran yang sama dengan periode-periode sebelumnya. Dengan demikian, akan memudahkan pemakai laporan membandingkan kinerja maupun neraca dengan laporan yang telah dibuat sebelumnya.

#7 Disusun secara lengkap

Bisa dikatakan jika ketujuh karakter kualitas informasi yang telah disebutkan sebelumnya saling berkaitan. Sehingga laporan keuangan akan dikatakan baik jika telah memenuhi setidaknya enam sifat tersebut.

Itulah tadi paparan mengenai contoh praktis karakteristik kualitas informasi akuntansi untuk laporan keuangan yang bermakna. Mengetahui jika data-data yang dalam proses pengumpulan, pembuatan, hingga penyusunan dilakukan dengan susah payah tapi tak berarti apa-apa tentu menyesakkan. Menjadi kewajiban bagi manajemen untuk menyajikan data dengan memenuhi standar tersebut.